Wednesday, 17 January 2018

ARSITEKTUR LINGKUNGAN - ECO ARSITEKTUR

ECO-ARSITEKTUR RUMAH BOTOL

  • Pengertian

Eco-Arcitecture merupakan pembangunan berwawasan lingkungan, di mana memanfaatkan potensi alam semaksimal mungkin.
Dalam pandangan Eco-Arcitecture gedung dianggap sebagai makhluk atau organik, berarti bahwa bidang batasan antara bagian luar dan dalam gedung tersebut, yaitu dinding, lantai, dan atap dapat dimengerti sebagai kulit ketiga manusia (kulit manusia sendiri dan pakaian sebagai kulit pertama dan ke dua). Dan harus melakukan fungsi pokok yaitu bernapas, menguap, menyerap, melindungi, menyekat, dan mengatur (udara, kelembaban, kepanasan, kebisingan, kecelakaan, dan sebagainya.

RUMAH BOTOL

  • Informasi 
Dengan total luasan bangunan sekitar 320 meter persegi, rumah ini memiliki layout ruang terbuka. Penggunaan partisi pembatas ruang diminimalkan dalam rumah sehingga memberikan keleluasaan gerak pada interior rumah. Terletak di kota berhawa sejuk, Bandung, Indonesia, bangunan ini dibangun dari 30,000 botol kaca bekas minuman energi. Botol yang dipilih adalah dari minuman berenergi merk terkenal ini karena menurutnya botol minuman ini tidak dikumpulkan kembali oleh si pemilik industri untuk diisi ulang, seperti yang biasanya dilakukan oleh minuman ringan kemasan botol yang banyak beredar di pasaran.

  • Manfaat 
Sebagai rumah tinggal yang ramah lingkungan dan bisa digunakan untuk publik (disewakan)

  • Tujuan
Dilakukan juga untuk mengurangi sampah di kota, dan sebagai  salah satu upaya mendaur ulang botol minuman tersebut.

  • Pengaruh Fisik Bangunan
Untuk pengaruh di aspek pencahayaan di ruangan privat di dalam rumah seperti kamar tidur mendapatkan pencahayaan penuh karena penggunaan kaca eksposur. Namun karena posisi kamar yang menghadap ke arah barat, panas matahari juga masuk melalui arah ini.
Pencahayaan pada pagi dan sore hari terfilter melalui botol dan membentuk pola bayangan pada ruang dalam dan menciptakan suasana yang spesial. Warna hangat yang keluar dari botol daur ulang tersebut sangat cocok dengan lantai kayu timber pada rumah. Hal ini pun menguatkan suasana ala resort pada rumah.




Untuk pengaruh pada aspek hawa dan ventilasi, untuk mengecilkan dampak panas yang diterima, botol digunakan dan diletakkan pada bagian dinding eksterior. Tidak hanya itu, dengan meletakkan panel kaca berjarak 60 cm dari dinding botol kaca, udara panas akan terperangkap di botol kaca dan tidak masuk ke dalam ruangan.  Lalu beberapa bagian ruangan juga dilengkapi dengan panel kaca yang berperan seperti jendela sehingga dapat dibuka untuk ventilasi udara.


  • Vegetasi
Rumah ini didesain dengan lanskap tropical yang cukup unik. Terdapat lima area kecil yang digunakan untuk menumbuhkan tanaman dan bunga. Adanya fitur air pada rumah tentunya menambah kesegaran dan keasrian.


  • Pengolahan Limbah
Limbah yang paling mencolok adalah limbah rumah tangga, karna ini merupakan rumah tinggal. Untuk daur ulang air hujan, ini banyak terdapat area hijau sehingga memungkinkan air hujan langsung digunakan untuk menyiram tanaman.



  • Material Yang Dipakai
Untuk mendesain rumah ini, Arsitek mengumpulkan 30.000 botol kaca selama dua tahun.  Tidak hanya itu, penggunaan beton ekspos juga terlihat pada eksterior rumah sehingga memberikan view unik dari luar bangunan.Kemudian disalah satu ruangan yaitu pada dapur, elemen putihnya yang didesain dengan resin dicamput dengan bebatuan halus. Kedua material tentunya akan membentuk pola tertentu yang memberikan kesan harmonis namun kontras dengan lantai dark woodnya.Pada bagian interior yaitu lantai rumah menggunakan kayu timber.




Sekian blog saya kali ini, mohon maaf bila ada salah.
Assalammualaikum Wr.Wb.
Salam sejahtera
Nabila Salmaera / Universitas Gunadarma (http://25316219.student.gunadarma.ac.id/)

Sumber : http://furnizing.com/article/rumah-botol-di-bandung-karya-ridwan-kamil
                 
http://www.lingkarwarna.com/2016/02/desain-rumah-minimalis-ridwan-kamil.html

Saturday, 23 September 2017

Gedung Utama Kementerian PUPR





Gedung Utama Kementrian PUPR terletak di Jl.Patimura no.20, Kebayoran Baru (Jakarta Selatan). Gedung ini dibagun 10%-15% lebih mahal karena menggunakan konsep green builing. 

Sejauh ini, kita melihat biasanya gedung yang dibangun dengan predikat green and sustainable building merupakan gedung kantor yang akan disewakan kepada penyewa asing. Meski demikian, ada juga beberapa gedung pemerintah yang telah mendapatkan sertifikasi ini.

 Gedung Utama Kementerian PUPR adalah gedung ramah lingkungan yang dibangun dengan konsep green building dengan estimasi penghematan listrik sekitar 40%. Pengunaan air juga bisa dihemat sampai 81% pada musim hujan dan 63% di musim kemarau, hal ini dikarenakan pada musim hujan semuanya ditampung dan direcyle yang dapat digunakakn kembali.  

GBCI(Green Building Council Indonesia) mengungkapkan desain keseluruhan gedung lebih mengandalkan penerangan alami dari sinar matahari pada siang hari dan juga menerapkan sensor penerangan otomatis yang akan memadamkan lampu ketika tidak ada orang di setiap ruangannya. 

1.      Ketua Green Building Council Indonesia (GBC) Siti Adiningsih Adiwoso menyatakan, sertifikasi gedung hijau yang diberikan oleh institusinya memiliki beberapa indikator, yaitu
2.      Menerapkan sistem daur ulang penggunaan air untuk menghemat konsumsi air.
3.      Tepat guna lahan
4.      Efisiensi dan konservasi energi,
5.      Konservasi air karena menerapakan system daur ulang untuk menghemat konsumsi air.
6.      Kualitas udara yang baik karena mengadakan ruang terbuka hijau sebesar 30% dari total luas lahan dan kenyamanan udara dalam ruang.
7.      pengembangan kampus dengan luas ruang terbuka hijau (RTH) yang lebih besar
8.      Jarak septic tank dari sumur air bersih minimal 15 meter, lebih panjang 5 meter dari angka ideal yang ditetapkan tahun lalu serta manajemen lingkungan bangunan.
9.      manajemen persampahan yang terintegrasi.
10.  Lingkungan kampus PUPR juga didesain ramah bagi penyandang difabel dengan dibangunnya jalur landai dan jalur kuning tuna netra di area pejalan kaki dan memiliki taman dengan bangku-bangku sebagai ruang terbuka hijau.
11.  pembatasan sirkulasi kendaraan bermotor
12.  jalur pejalan kaki yang terintegrasi, termasuk untuk difabel







Denah Iantai Dasar



















Ruang Auditorium Kementrian PUPR




Ruang Auditorium Kementrian PUPR






Taman Gedung Kementrian PUPR 









Taman Gedung Kementrian PUPR 



Tampak Depan Gedung Kementrian PUPR